Tampilkan postingan dengan label hematologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hematologi. Tampilkan semua postingan

Kompetensi Flebotomi



Kompetensi Profesional Flebotomi
Nurhayana, Rulan D.N.Pakasi
Bag.Patologi Klinik FKUH-UP Laboratorium RSWS Makassar

I. Pendahuluan
Flebotomi(bahasa inggris:phlebotomy) berasal dari kata Yunani phleb dan tomia. Phleb berarti pembuluh darah vena dan tomia berarti mengiris/memotong (“cutting”).Dulu dikenal istilah venasectie(Bld), venesection atau venisection(Ing).
Flebotomist adalah seorang tenaga medic yang telah mendapat latihan untuk mengeluarkan dan menampung specimen darah dari pembuluh darah vena, arteri atau kapiler.Akhir-akhir ini dikenal lagi suatu teknik microcollection.
Praktek pengeluaran darah(bloodletting) sudah sejak lama dikenal manusia dan menjadi bagian dari pengobatan pasien. Teknik pengeluaran darah yang pertama(tahun 100 SM) dilakukan oleh dokter-dokter dari Syria dengan menggunakan lintah. Sebelum dikenal Hippocrates dengan sebutan”Bapak Ilmu Kedokteran”(abad 5 SM), seni pengambilan darah banyak mengalami perubahan demikian pula berbagai alat untuk keperluan pengambilan dan penampunngan bahan darah. Lanset untuk pengambilan darah digunakan pertama kali sebelum abad ke 5 SM dengan tetap mengacu kepada lintah sebagai bentuk dasar.Dengan lanset ini seorang dokter (practitioner) melubangi vena, kadang-kadang sampai beberapa lubang.Menjelang akhir abad 19 barulah teknologi mengambil alih memproduksi “lintah artificial”.Kini telah dikenal beragam alat pengambilan darah dan mudah diperoleh di pasaran.
Kebanyakan pengambilan specimen darah pasien saat ini masih dilaksanakan oleh teknisi/analis laboratorium baik diruang laboratorium maupun diruang perawatan; padahal jabatan dan kandungan tugas seorang teknisi atau analis laboratorium tidak sejalan dengan tannggung jawab dan kegiatan/aktivitas seorang pengambil specimen darah(dalam hal ini seorang flebotomis). Obyek yang dihadapi oleh teknisi/analis laboratorium adalah peralatan pemeriksaan sedang obyek yang dihadapi oleh flebotomis adalah pasien(atau orang sehat) yang dilekati oleh banyak hal : sifat, perilaku,masalah intern/pribadi dll. Hal-hal ini sedikit banyaknya bias menjadi penghalang dalam kelancaran proses pengambilan specimen darah dan hal-hal ini pula yang harus biasa dihadapi dan diatasi seorang flebotomis.
System pelayanan kesehatan yang berkembang akhir-akhir ini untuk tujuan kesejahteraan pasien mengacu kepada pelayanan kesehatan oleh tim(team oriented). Dengan sendirinya, pelayanan laboratorium akan selalu menjadi bagian integral dari pelayanan kesehatan menyeluruh dan seorang flebotomis menjadi orang yang sanngat penting(crucial) karena menempati posisi awal dalam rangkaian proses pemeriksaan tes laboratorium. Posisi awal ini berada dalam penngawasan program pemantapan mutu(fase pra-analitik) hasil laboratorium sehingga salah benarnya flebotomis melaksanakan tugasnya akan mempengaruhi mutu hasil tes. Hasil pemeriksaan laboratoriumyang benar dan akurat merupakan andil/modal dari tim laboratorium (mencakupi juga flebotomis) dalam menunjang diagnosis dan pemantauan penyakit. Oleh sebab itu, peran dan tanggung jawab seorang flebotomis dalam melaksanakan tugasnya harus senantiasa disadari.
Tuntutan peran dan tanggung jawab ini yang mungkin menjadi landasan dikembangkannya proses pengambilan specimen darah menjadi sebuah profesi tersendiri.
Seorang flebotomis harus menyiapkan diri dalam banyak hal antara lain:
- Memahami pengetahuan anatomi dan fisiologi tubuh manusia
- Memahami situasi pasien
- Memahami teknik komunikasi
- Memahami peralatan dan prosedur pengambilan specimen darah
- Memahami penyiapan dan pengiriman bahan
- Memahami proses pengendalian mutu
- Dsb
II. Kompetensi Profesional
1. Pengertian
Kompetensi kemampuan atau pengetahuan yang dibutuhkan seseorang untuk melaksanakan suatu tugas/aktifitas tertentu secara berhasil.
Professional : seseorang yang memiliki kompetensi tinggi dalam melaksanakan suatu aktifitas tertentu.
Kompetensi berarti memiliki kemapuan atau pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan secara sukses.Seseorang yang kompeten (competent) adalah orang yang (karena memiliki pengetahuan) efisien dan mampu melaksanakan kegiatannya dengan berhasil. Sejalan dengan pemehaman ini, seorang flebotomis yang memiliki kompetensi adalah seorang tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan seputar flebotomi dan berkemampuan melaksanakan pengambilan darah secara efisien(berdaya guna) dan efektif (berhasil-guna)
Kompetensi yang dituntut dan harus dimiliki seorang flebotomis bervariasi sesuai situasi dan kondisi institusi pelayan kesehatan tempat kerjanya. Seyogyanya kompetensi seorang flebotomis meliputi:
1. Menerapkan pengetahuan:istilah medic, prinsip prosedur, sumber kesalahan, dasar-dasar pengendalian infeksi, prosedur pelaksanaan standar (SOP), sifat biologic dasar.
2. Melakukan pemilihan yang sesuai:urutan tindakan, peralatan/metodik/prosedur, lokasi pengambilan darah.
3. Menyiapakan pasien dan peralatan
4. Menilai keadaan pasien dan sample, kemungkinan sumber kesalahan, masalah teknis/prosedur, metodik dan tindakan yang sesuai, tindakan perbaikan.
Kompetensi lainnya merupakan kompetensi tambahan guna memudahkan flebotomis melaksanakan pekerjaannnya :
a. Melakukan komunikasi dengan pasien
b. Melakukan aktifitas tata-usaha (telepon,janjian,simpan data)
c. Menjaga kebersihan tempat kerja(membantu penghambatan penyebaran penyakit)
2. Etika Profesional
Etika adalah prinsip-prinsip perilaku yang dibuat oleh badan-badan/organisasi profesi untuk mengawasi sikap dan perangai para anggotanya terutama berkenaan dengan moralitas.
Tujuan etika profesi adalah untuk memelihara keluhuran profesi dan melindungi masyarakat pengguna.Biasanya etika profesi ditulis dalam bentuk kode etik dan pelaksanaannya dibawah pengawasan sebuah majelis atau dewan kehormatan etik.
Perilaku yang professional adalah tingkah laku berkaitan dengan keluhuran profesi.
Perilaku yang dimaksud adalah :
1. Keinginan yang tulus dalam perawatan kesehatan
- Keinginan melayani pasien
- Keinginan memiliki pengetahuan berkenaan dengan pengambilan specimen darah
- Memiliki kestabilan dan kematangan emosi dalam berkomunikasi dengan pasien
2. Rasa tanggung jawab untuk melakukan tugas dengan baik untuk menjaga keutuhan profesi
- Melaksanakan tugas/prosedur dengan baik (tidak hanya pada waktu ada pengawasan)
- Tanggung jawab terhadap kesehatan diri sendiri (kebersihan tempat kerja, sering cuci tangan)
- Melaksanakan sampling tepat waktu
3. Pengabdian kepada kinerja bermutu tinggi
- Meningkatkan dan memelihara keterampilan
- Mempelajari dan menguasai teknik dan prosedur keselamatan baru, peralatan baru, dan perubahan/perkembangan ilmu pengetahuan.
- Rajin bertanya dan minta bantuan dalam situasi yang sulit
- Menghormati hak pasien dalam hal keleluasaan dan kerahasiaannya.
4. Kecenderungan untuk selalu bersih
- Melindungi diri sendiri dari pasien
- Meyakini dan meyakinkan bahwa teknik yang steril, kebersihan individu dan tempat kerja yang baik berpengaruh kepada keselamatan dan perawatan kesehatan bermutu.
5. Kepuasan profesi dapat dicapai dari:
- Peningkatan keterampilan dan pengetahuan professional secara berkesinambungan
- Menyadari bahwa orang lain tergantung kepada keberhasilan kerja flebotomis
- Menyadari bahwa keterampilan flebotomis berperan serta dalam perbaikan pasien.

MENGHITUNG HEMATOKRIT



Quantcast


-
Nilai hematokrit adalah volume semua eritrosit dalam 100 mL darah dan disebut dengan persen (%) dari volume darah tersebut. Biasanya nilai hematokrit ini ditentukan dengan menggunakan darah vena atau darah kapiler. Ada 2 (dua) cara dalam menentukan nilai hematokrit, yaitu :
-
A. MAKROMETODE (MENURUT WINTROBE)
  1. Isilah tabung Wintrobe dengan darah antikoagulan oxalat, heparin, atau EDTA sampai garis tanda 100 di atas.
  2. Masukkan tabung tersebut ke dalam sentrifuge (pemusing) yang cukup besar, pusinglah selama 30 menit dengan kecepatan 3000 rpm.
  3. Bacalah hasilnya denan memperhatikan :

  • Warna plasma di atas : warna kuning itu dapat dibandingkan dengan larutan kaliumbicarbonat dan intensitasnya disebut dengan satuan. Satu satuan sesuai dengan warna kaliumbicarbonat 1 : 10000.
  • Tebalnya lapisan putih di atas sel-sel merah yang tersusun dari leukosit dan trombosit (buffy coat)
  • Volume sel-sel darah merah
-
B. MIKROMETODE
  1. Isilah tabung mikrokapiler yang khusus dibuat untuk penetapan nilai hematokrit mikrometode dengan darah.
  2. Tutuplah salah satu ujungnya dengan membakarnya dengan nyala api atau dapat juga digunakan bahan penutup khusus.
  3. Masukkanlah tabung mikrokapiler tersebut kedalam sentrifuge khusus yang dapat mencapai kecepatan besar, yaitu lebih dari 16000 rpm (sentrifuge mikrohematokrit)
  4. Pusinglah selama 3-5 menit
  5. Kemudian nilai hematokrit dengan menggunkan grafik atau alat khusus
Gambar 1. Pengambilan darah kapiler
Gambar 2. Mikrokapiler dengan darah yang telah dipusing
-
Gambar 3. Penetapan nilai hematokrit
-
Catatan :
  • Pada kolom hematokrit yang didapat dengan memusing darah ditentukan oleh faktor : radius sentrifuge, kecepatan sentrifuge, dan lama pemusingan. Dalam sentrifuge yang cukup besar, dengan menggunakan metode makrometode dicapai kekuatan pelantingan (relative centrifugal force) sebesar 2260 g. untuk memadatkan sel-sel merah dengan memakai sentifuge itu diperlukan rata-rata 30 menit.
  • Sentrifuge mikrohematokrit mencapai kecepatan pemusingan yang jauh lebih tinggi, maka dari itu lama pemusingannya diperpendek.
  • Tabung mikrokapiler yang dibuat khusus untuk penentuan nilai hematokrit menggunakan metode mikrometode berukuran panjangnya 75 mm, dan diameter 1,2 sampai 1,5 mm, ada tabung yang telah dilapisi dengan heparin, maka tabung tersebut dapat digunakan untuk darah kapiler, dan ada tabung yang tanpa heparing yang digunakan untuk darah vena dengan oxalate, heparin atau EDTA.
  • Nilai hematokrit disebut dengan %, nilai normal untuk laki-laki 40-48 vol%, dan untuk perempuan 37-43 vol%
  • Mikrometode lebih banyak digunakan dibandingkan dengan makrometode karena lebih dapat menentukan hasil dalam waktu lebih singkat.

——————————————————————————-
Rujukan
  • R. Gandasoebrata. Penuntun Laboratorium Klinik. Jakarta : Dian Rakyat. 2007.
  • Carman. Hematology: Micro-Hematocrit, Hemoglobin and WBC Differential. Diunduh dari : http://www.drcarman.info/bi224lab/bludlab.pdf
  • Gary Ritchson. Haematocrit. Diunduh dari : http://people.eku.edu/ritchisong/homepage.htm

SEDIAN APUS DARAH TEPI


semoga posting ini bermanfaat bagi teman2 semua. amin.
Sedian apus darah tepi (A peripheral blood smear / peripheral blood film) merupakan slide untuk mikroskop (kaca objek) yang pada salah satu sisinya di lapisi dengan lapisan tipis darah vena yang diwarnai dengan pewarnaan (biasanya Giemsa, Wright) dan diperiksa di bawah/ dengan menggunakan mikroskop.
Persiapan dan langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
Yang digunakan adalah teknik slide dorong (push slide) yang pertama kali diperkenalkan oleh Maxwell Wintrobe dan menjadi metoda standar untuk sedian apus darah tepi. Prosedurnya dapat dilihat pada gambar berikut :
Files_of_DrsMed_Membuat_Sediaan_apus_darah_Tepi
Gambar 1. Langkah pembuatan sedian apus darah tepi
Sedian apus yang baik adalah yang ketebalannya cukup dan bergradari dari kepala (awal) sampai ke ekor (akhir). Zona morfologi sebaiknya paling kurang 2 cm.
Files_of_DrsMed_Zona_sediaan Apus
Gambar 2. Zona pemeriksaan sedian apus darah tepi
GAMBARAN HASIL PADA MIKROSKOP
Setelah selesai pewarnaan maka sediaan apus dapat dilihat pada mikroskop. Jika sedian yang dibuat tersebut baik maka akan dapat dilihat gambaran sebagai berikut :
Files_of_DrsMed_Kromasi_eritrosit
Gambar 3. Kelainan Kromasi dan Ukuran eritrosit
Gambar kiri adalah gambaran normal (normositik normokrom), gambar kanan adalah gambaran abnormal (hipokrom mikrositer) dan gambar di bawah adalah gambaran eritrosit makrositer.
Dapat juga ditemukan gambaran varian eritrosit (yang merupakan keadaan abnormal) sebagai berikut :
Files_of_DrsMed_Kelainan_morfologi_eritrosit
Gambar 4. Kelainan morfologi eritrosit
Berikut beberapa kelainan morfologi pada kasus-kasus tertentu mungkin dapat ditemui :
Files_of_DrsMed_Morfologi_sel_darah_pada_penyakit_tertentu
Gamber 5. Kelainan morfologi sel darah pada penyakit tertentu

Sumber : VCU Department of Pathology, About.com
 
JAGOAN © 2011 | Designed by Chica Blogger, in collaboration with Uncharted 3, MW3 Forum and Angry Birds Online